Thursday, March 22, 2012

Tips Wawancara Kerja


Ceritakan tentang diri anda 


Erina Collins,seorang agen rekrutmen di Los Angeles menyatakan:seringkali da perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar .’’pengalaman menunjukkan ,surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,”kata Erina.Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti ‘dimata anda ,siapa anda?” atau “ceritakan sesuatu tentang anda”,banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.Saya merasa biasa-biasa saja “ atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya”sering kali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri.Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin ,sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.
 “tapi ini jaman modern.Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basa-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda.Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu”tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon,staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak.Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya,Eliana mengatakan “saya Eliana Burthon,anak pertama dari lima bersaudara .sejak SMA ,saya aktif di Koran sekolah .Disitu saya menulis ,mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan dan berhubungan dengan mereka .Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak ,berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka.Di luar itu ,saya senang music ,membaca dan traveling.Ketika kuliah ,saya saya sering menulis pengalaman jalan –jalan saya ,atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk Koran kampus saya.”

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga ,apa yang di ungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka ,ramah dan punya rasa ingin tahu. “jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya.Pewawancara butuh jawaban seperti itu .cukup singkat,tetapi menunjukkan optimisme yang alamiah,”kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara,sebisanya persiapkan diri dengan baik.Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting.pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga ,berapi-api apalagi munafik.
Pada kesempatan pertama ,mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai dirinya sendiri.sebab itu ,buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda,hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda.Kalau telah menemukan poin-poin itu ,berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.
Semangat Dan Bahasa Tubuh

Dalam wawancara kerja ,penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan.Karena selain berpakaian rapi ,tidak seronok,mencolok atau banyak pernik ,tunjukkan bahasa tubuh yang baik.Jangannpernah melipat tangan di dada pada saat wawancara,karena member kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensive.Idealnya,tangan di biarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda,tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung,buatlah kontak mata yang intens.Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban.Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat.umumnya,perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan .Kurangi kata-kata “saya merasa…”atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya piker…”,”menurut pendapat saya…”,”saya yakin…”,”saya optimis…”.Kata-kata “saya merasa …”atau”saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga,menggunakan perasaan,tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

No comments:

Post a Comment

silahkan ketik komentar anda...